Selasa, 26 Februari 2008

“Apakah Arti Cinta?”

Banyak orang menanyakan arti cinta……
Karena tak akan ada satu makna yang sempurna tentang cinta…

Cinta yang hanya bisa dimaknai oleh mereka yang merasakannya…..
Cinta yang hanya bisa dihargai oleh mereka yang menjaganya…

Karena cinta lah manusia bisa tertawa….
Tetapi karena cinta pula manusia menangis….

Bukan salah cinta….
Hanya kesalahan manusia dalam mengartikan dan memperlakukan cinta…

Manusia tak akan berhenti sampai menemukan cinta sejati yang hakiki…
Dan untuk itulah mereka menanti…

ELEGI….

(aku lupa tanggalnya, tetapi saat itu hari Rabu, November 2007)

Siang ini matahari sungguh terik…silau…tapi tak mengapa karena aku bisa menyelesaikan sebagian tugasku dengan baik, walau tidak sempurna. Apa yang sempurna, di dunia yang tak sempurna ini?? Sebuah omong kosong tentang kesempurnaan!

Akhirnya ada waktu luang juga, dengan semangat yang untungnya masih ada, aku bergegas pergi ke Cileduk. Bukan untuk liburan, sayangnya, hanya tergoda dengan sebuah penawaran yang maksudnya pun belum jelas tapi anganku sudah yang indah-indah, Ironi! Berharap boleh lah ya…

Seperti biasa, Kopaja 63 jurusan Blok M, yang menjadi sahabat perjalananku kali ini. Hem..untung banyak kursi kosong, maklum hari ini pun masih terik yang ternyata memang baru jam 2 siang. Aku pun memilih kursi yang dekat dengan pintu, dengan alasan umum, “biar kena angin.” Sayangnya Sang Matahari seakan tak membiarkanku menghindar dari terik sinarnya. Kututup wajahku dengan selembar buletin kampus edisi dua bulan lalu. Lumayan..biarpun sedikit pegal.

Ketika sampai di sekitar kampus Univ. Pancasila, kuamati ada dua orang anak berlari mengejar Kopaja yang kutumpangi. Ternyata mereka adalah sepasang pengamen cilik yang sedang mencoba peruntungan di Kopaja no.63 ini kali ini. Em….tak seperti pengamen lain, 2 bocah ini berpakaian rapi, sangat rapi bahkan untuk ukuran anak jalanan. Mereka mengenakan kaos berkerah, celana jeans yang bisa dibilang sesuai model kaum-kaum ‘belum dewasa’ saat ini, dan mereka pun memakai sepatu “snikers”, lengkap, gaul bukan?? Salah satu anak bermain gitar kecil, ukulele, bila tak salah aku menyebut namanya, yang lainnya memainkan ketipung. Alunan musiknya pas, tidak berisik. Dengan asyik mereka memainkan satu demi satu lagu yang mereka kuasai. Lagu pertama yang mereka mainkan adalah lagu yang biasa dinyanyikan Bob Tutupoli, lagi-lagi aku lupa judulnya. Hem…kamipun, atau tepatnya aku sangat menikmati permainan mereka. Yang ,menyita perhatianku adalah si anak yang bermain gitar kecil. Suaranya merdu walaupun masih dengan suara khas anak-anak, parasnya manis walaupun hitam karena berkawan dengan sinar matahari. Ketika aku bergerak-gerak gelisah karena panas yang dengan suksesnya menerobos masuk ke jendela di sampingku, ia tersenyum padaku. Senyum yang manis dan tulus. Senyum yang tak ku kira akan keluar dari bibir seorang anak jalanan yang saat ini sedang berjuang demi sekeping uang. Senyum itu membuatku kembali bersyukur bahwa sesusah apapun keadaanku sekarang aku pantas bersyukur. Senyum itu mengajariku bahwa Allah punya sesuatu yang indah bahkan ketika keadaan kita sedang susah sekalipun. Sungguh ini senyum termanis yang pernah kulihat.

Usai lagu terakhir mereka, seperti biasa, ‘pidato’ penutup khas para pengamen pun mereka ucapkan. Kuberi mereka uang semampu yang bisa kuberi. Semoga saja bisa berguna untuk mereka. Setelah mereka turun kupandang sekilas ke belakang. “Untuk apa ya uang hasil mereka mengamen?” Semoga saja untuk keperluan sekolahnya. Pertanyaan lain yang mungkin juga sering muncul dibenak orang-orang yang peduli. Berapa banyak anak seperti mereka? Apa mereka bahagia ketika harus naik-turun metromini dan kopaja. Ingin aku melakukan sesuatu. Tapi sayangnya aku masih pengecut, hanya ucapan saja, tak cukup berani.

Ada banyak rahasia tentang hidup yang belum ku ketahui meski ia berjarak 5 mm di belakangku. Tapi setidaknya aku punya sesuatu yang tak akan kubiarkan padam, tak akan, dia adalah HARAPAN!

Semoga……

(Rousta_man)

Makna Cinta??

Cinta

Cinta…

Kadang aku bertanya siapa dia?

Bayang-bayang melena tapi tak pula teraba…

Abstrak…

Tapi tak bisa berdusta, itu nyata…

Mengapa ia bisa menyakiti?

Nyeri di hati tak jua pergi…

Mungkin cinta harus dimengerti….

Tak hanya puisi…

Tapi bukan ironi…

Apa harus memiliki??

Aku tak tahu pasti…

Aku kira rasa itu ada..

Tapi aku tak tahu dimana labuhan terakhirnya…

Dan untuk siapa??

Karena hanya Dia yang bisa membolak-balikkan hati manusia….

Sesungguhnya….

-Rousta-

Kamu Pasti Tahu

Adakah yang memiliki jawaban atas pertanyaanku???

Kadang sering ku bertanya apakah aku sebenarnya mengerti apa arti cinta?

Tapi apa artinya jika hanya berupa deskripsi kata-kata

Apa artinya jika hanya bisa diucap saja

Aku tak mampu memberi banyak apalagi berharap banyak,,,

Yang kutahu hanya rasa itu,,,

Rasa yang ada ketika aku menatapnya,,

Rasa yang membuatku berarti ketika mengingatnya,,

Laki-laki itu,,,

Telah membuatku terikat,,

Laki-laki itu telah membuatku terperangkap,,

Laki-laki itu telah membuatku memiliki rasa ini,,

Aku tahu aku tak akan bisa memilikinya,,

Tak akan bisa meraihnya,,

Hanya bisa menatapnya tanpa bisa menyentuhnya,,

Hanya bisa menawarkan rasa yang tulus ada untuknya,,

Tanpa mampu berharap untuk bisa mendapatkan lebih dari yang kupunya saat ini,,

Apakah sebuah kesalahan dengan mencintainya,,

Rasa ini telah membuatnya menjauh,,

Pergi,,

Tanpa bisa ku panggil ia kembali,,

Salahkah aku mencintainya,,,

Rasa ini semakin membuatku merana,,

Belum cukup berartikah cintaku untuk dimilikinya,,

Aku tak tahu,,,mungkin tak pernah tahu,,

Tapi yang kuyakini kini,,

Rasa itu ada dengan sendirinya,,

Ada dengan indahnya,,

Karena rasa itu mengajarkanku untuk rela.,,

Merelakan setiap tetes air mata yang jatuh karena dia,,

Kini…

Rasa itu mengajariku untuk tegar,,,

Dan tak akan membiarkan setiap tetesnya jatuh lagi,,,

Rasa itu mengajarkanku bahwa aku harus rela melepasnya,,

Karena cinta adalah kebebasan,,,

Ia bebas untuk datang di setiap jengkal langkah manusia,,,

Dan cinta pula yang memberi kebebasan kepada tiap manusia untuk terus berjalan,,

Maka aku akan membiarkannya kembali berjalan,,,

Bahkan walaupun ia berjalan semakin jauh…

Semakin jauh…

Dariku…..


-setiap orang (khususnya perempuan) pasti pernah mengalami hal ini….ditulis berdasarkan survey,,pengalaman,,dan perasaan,,hehe-